Jejak Gaya Hidup & Teknologi

Jenis-Jenis Tanggung Jawab Sebagai Warga Masyarakat

99

Tanggung jawab bersifat kodrati dan selalu menempel pada diri setiap individu, terutama dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat. Sebagai warga masyarakat, setiap individu hendaknya memperhatikan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya supaya tercipta kehidupan masyarakat yang
serasi.

Tanggung jawab yaitu kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang­gung jawab. Disebut demikian karena insan, selain merupa­kan makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk Tuhan.

Pada hakekatnya insan tidak mampu hidup tanpa pertolongan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan insan lain maka dia harus berkomunikasi dengan insan lain. Sehingga dengan demikian insan disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab mirip anggota masyarakat yang lain semoga dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.

Sebagai warga masyarakat kita memiliki beberapa tanggung jawab. Tanggung jawab itu harus dilaksanakan untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang nyaman bagi seluruh warga masyarakat.Berikut jenis-jenis tanggung jawab warga masyarakat.

1. Memelihara Ketertiban dan Keamanan Hidup Bermasyarakat
Memelihara ketertiban dan keamanan hidup bermasyarakat menjadi tanggung jawab setiap anggota masyarakat. Ketertiban dan keamanan hidup bermasyarakat dapat diupayakan dengan membuat peraturan untuk dipatuhi bersama segenap warga masyarakat.

Tanggung jawab bersifat kodrati dan selalu melekat pada diri setiap individu Jenis-Jenis Tanggung Jawab sebagai Warga Masyarakat

Sebagai contohnya menciptakan peraturan jam masyarakat dan agenda aktivitas ronda malam. Peraturan jam masyarakat dan acara aktivitas ronda malam tersebut hendaknya dilaksanakan setiap anggota masyarakat sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai warga masyarakat.

Read More :  Keterampilan Gerak Dasar Senam Ketangkasan Memakai Alat

2. Menjaga dan Memelihara Rasa Persatuan dan Kesatuan Masyarakat 
Masyarakat merupakan kumpulan dari berbagai individu yang mempunyai latar belakang kehidupan berbeda-beda, tetapi memiliki tujuan yang sama. Oleh alasannya adalah itu, dalam masyarakat tentu banyak terjadi perbedaan.

Meskipun demikian, setiap anggota masyarakat harus tetap menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan antarwarga masyarakat. Dalam menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan antarwarga masyarakat hendaknya dipegang prinsip-prinsip dasar sebagai berikut.

  • Membina keserasian, keselarasan, dan keseimbangan dalam aneka macam lingkungan kehidupan.
  • Saling mencintai, membina, dan memberi antarsesama.
  • Tidak menonjolkan perbedaan tetapi mencari kesamaan.

Dengan prinsip di atas, kamu hendaknya bisa menunjukkan perilaku yang mencerminkan sikap menjaga dan memelihara rasa persatuan dan kesatuan antarwarga masyarakat mirip berikut.

  • Hidup rukun dengan semangat kekeluargaan antarwarga masyarakat.
  • Setiap warga masyarakat menuntaskan problem sosial secara bersamasama.
  • Bergaul dengan sesama warga masyarakat tidak membedakan-bedakan suku, agama, ras, ataupun antargolongan.
  • Menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam bergaul antarsuku bangsa.
  • Mengadakan bakti sosial di lingkungan masyarakat.
Read More :  Mengidentifikasi Bab Bagian Dan Ciri Pantun

Dengan membiasakan menjaga dan memelihara rasa persatuan dan kesatuan antarwarga masyarakat banyak manfaat yang bisa kamu peroleh. Beberapa manfaat yang dimaksud seperti berikut.

  • Terwujudnya kehidupan masyarakat yang harmonis, selaras, dan seimbang.
  • Pergaulan antarsesama warga masyarakat akan lebih rukun dan bersahabat.
  • Terwujudnya perilaku saling mengasihi dan saling membantu antarwarga masyarakat.
  • Dapat mengatasi semua perbedaan yang ada dengan penuh kesadaran.
  • Pembangunan nasional akan berjalan lebih baik dan lancar.
  • fPelaksanaan gotong royong akan dapat berjalan lancar dan baik.

3. Meningkatkan Rasa Solidaritas Sosial sebagai Sesama Anggota Masyarakat
Masyarakat terbentuk atas dasar persamaan tujuan dan budaya antarwarga masyarakat meskipun saling berbeda latar belakang asal ajakan.

Atas dasar kepentingan bersama yang hendak dicapai dalam masyarakat, setiap warga masyarakat hendaknya mampu memperkuat kekerabatan antaranggota dengan mengabaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota masyarakat. Dengan demikian, perbedaan dalam masyarakat menjadi hal yang dianggap masuk akal alasannya mereka mampu saling bergaul dan saling memaklumi perbedaan-perbedaan yang ada.

Solidaritas (rasa setia mitra) sebagai warga masyarakat terus ditingkatkan dengan mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi atau golongan. Sikap solidaritas sosial dalam masyarakat meliputi saling membantu, saling peduli, mampu bekerja sama, dalam mendukung pembangunan wilayah baik secara keuangan maupun tenaga.

Read More :  Membuat Daftar Pertanyaan Teks Mengambil Keputusan Dengan Musyawarah

Salah satu bentuk solidaritas sosial yaitu kerja sama atau gotong royong. Gotong royong merupakan suatu bentuk bantu-membantu yang berlaku di daerah perdesaan Indonesia. Berdasarkan sifatnya bantu-membantu terdiri atas bahu-membahu bersifat tolong menolong dan bersifat kerja bakti. Gotong royong dilakukan untuk menangani permasalahan yang menjadi kepentingan bersama.

4. Menghapuskan Bentuk-Bentuk Tindakan Diskriminasi dalam Kehidupan di Masyarakat untuk Menghindari Perpecahan Masyarakat, Bangsa, dan Negara.

Tiap-tiap warga masyarakat memiliki persamaan derajat yang harus dijunjung tinggi dan dilarang diabaikan oleh siapa pun. Menghormati persamaan derajat bertujuan untuk mencegah terjadinya perpecahan antarwarga masyarakat.

Secara harfiah diskriminasi berarti “perbedaan perlakuan”. Diskriminasi ini memiliki arti memperlakukan orang atau kelompok (biasanya minoritas) secara berbeda menurut karakteristik mirip asal, ras, negara, agama, kepercayaan politik atau agama, kebiasaan sosial, jenis kelamin, bahasa, dan usia.

Comments are closed.